Ada pemilik kucing yang awalnya hanya melihat anabulnya lebih sering menggelengkan kepala dari biasanya. Beberapa hari kemudian, kucing mulai menggaruk telinga terus-menerus sampai area sekitar telinga tampak kemerahan. Saat diperiksa lebih dekat, ternyata bagian dalam telinga mulai kotor dan berbau.
Situasi seperti ini cukup sering terjadi, tetapi banyak owner terlambat menyadarinya karena mengira kucing hanya merasa gatal biasa.
Padahal, kebiasaan garuk telinga yang berlangsung terus-menerus bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada telinga, mulai dari tungau telinga (ear mites), infeksi, alergi, hingga iritasi ringan yang semakin memburuk karena garukan berulang.
Masalahnya, gangguan telinga pada kucing sering berkembang perlahan. Di tahap awal, gejalanya terlihat ringan. Namun ketika mulai muncul bau menyengat, cairan telinga, atau luka akibat garukan, kondisinya biasanya sudah lebih serius.
Karena itu, penting bagi pemilik untuk memahami kapan perilaku garuk telinga masih tergolong normal dan kapan sudah perlu diperiksa lebih lanjut.
Jika Anda juga mulai melihat perubahan perilaku lain pada kucing seperti lebih sensitif, sering bersembunyi, atau tampak tidak nyaman, artikel berikut juga bisa membantu:
Ciri Kucing Sakit: Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus ke Dokter
Kapan Garuk Telinga pada Kucing Masih Normal?
Sesekali menggaruk telinga sebenarnya masih normal. Kucing juga bisa merasa gatal ringan atau sedang membersihkan tubuhnya sendiri.
Namun kondisi mulai perlu diperhatikan jika:
- Garukan terjadi sangat sering
- Kucing terlihat tidak nyaman
- Telinga tampak merah
- Ada bau tidak sedap
- Kucing sering menggelengkan kepala (head shaking)
- Muncul cairan atau kotoran berlebihan
- Garukan sampai menyebabkan luka
Pada banyak kasus, owner baru sadar ada masalah setelah kucing mulai sulit disentuh di area kepala atau telinga.
Penyebab Kucing Sering Garuk Telinga
Gangguan telinga pada kucing bisa dipicu oleh beberapa kondisi berbeda. Berikut penyebab yang paling sering ditemukan.
1. Tungau Telinga (Ear Mites)
Ini termasuk penyebab paling umum, terutama pada kitten atau kucing yang tinggal bersama hewan lain.
Tungau telinga adalah parasit kecil yang hidup di dalam saluran telinga dan menyebabkan rasa gatal hebat.
Gejala yang sering muncul:
- Garuk telinga terus-menerus
- Sering menggelengkan kepala
- Kotoran telinga hitam seperti ampas kopi
- Bau pada telinga
- Area telinga tampak sangat kotor
Pada beberapa kasus, kucing bisa sampai melukai dirinya sendiri karena garukan terlalu agresif.
Tungau juga cukup mudah menular antarhewan, terutama jika mereka berbagi tempat tidur atau area bermain.
2. Infeksi Telinga (Otitis)
Infeksi telinga dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur. Kondisi ini membuat telinga terasa nyeri, panas, dan tidak nyaman.
Biasanya ditandai dengan:
- Telinga merah
- Cairan telinga lebih banyak
- Bau menyengat
- Kucing menolak disentuh
- Kadang kepala terlihat sedikit miring
Pada kondisi yang lebih berat, infeksi bisa menyebar lebih dalam dan memengaruhi keseimbangan tubuh kucing.
Di klinik hewan, beberapa owner baru membawa kucing setelah hewan mulai kehilangan keseimbangan atau tampak kesakitan saat makan karena area telinga dan rahang terasa nyeri.
3. Penumpukan Kotoran Telinga
Tidak semua telinga kotor berarti infeksi. Sebagian kucing memang memproduksi kotoran telinga lebih banyak.
Namun yang perlu diperhatikan:
- warna terlalu gelap,
- tekstur sangat lembap,
- atau muncul bau tidak normal.
Kondisi ini sering membuat owner salah langkah dengan membersihkan terlalu dalam menggunakan cotton bud.
Padahal, membersihkan telinga terlalu agresif justru bisa memicu iritasi tambahan.
Untuk memahami cara membersihkan telinga dengan aman, Anda juga bisa membaca:
Cara Membersihkan Telinga Kucing yang Benar
4. Alergi
Alergi makanan atau lingkungan juga bisa memicu rasa gatal pada area telinga.
Biasanya disertai:
- Garuk area tubuh lain
- Kulit kemerahan
- Grooming berlebihan
- Bulu mulai menipis
Pada beberapa kucing, gejala alergi pertama justru muncul di area telinga sebelum menyebar ke kulit tubuh lainnya.
5. Jamur atau Masalah Kulit di Sekitar Telinga
Infeksi jamur tidak selalu muncul di badan atau kaki. Area sekitar telinga juga cukup sering terkena.
Tanda yang biasanya terlihat:
- Kulit bersisik
- Area sekitar telinga tampak botak
- Kucing terus menggaruk
- Ada kerak atau kulit kering
Jika kondisi kulit mulai meluas, kemungkinan masalahnya berkaitan dengan penyakit kulit yang lebih kompleks. Anda bisa membaca juga:
Penyakit Kulit pada Kucing: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya.
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala menunjukkan masalah telinga sudah tidak bisa dianggap ringan lagi.
Segera waspadai jika:
- Kucing menggaruk sampai luka
- Telinga mengeluarkan cairan
- Bau telinga sangat tajam
- Kepala terus digelengkan
- Kucing tampak kehilangan keseimbangan
- Nafsu makan menurun
- Area telinga membengkak
- Kucing menjadi lebih agresif saat disentuh
Ada owner yang mengira kucing tiba-tiba galak, padahal sebenarnya area telinganya sedang terasa sangat nyeri.
Kesalahan Owner yang Sering Memperparah Kondisi
Beberapa kebiasaan berikut cukup sering membuat masalah telinga semakin berat.
Membersihkan Telinga Terlalu Dalam
Saluran telinga kucing cukup sensitif. Cotton bud yang masuk terlalu dalam bisa menyebabkan luka atau iritasi.
Menggunakan Obat Manusia
Tidak semua cairan antiseptik atau obat telinga manusia aman untuk kucing.
Menunggu Sampai Parah
Banyak owner baru memeriksakan kucing setelah muncul bau atau luka, padahal gangguan telinga biasanya lebih mudah ditangani di tahap awal.
Menganggap Garuk Telinga Hanya Kebiasaan
Padahal jika berlangsung terus-menerus, biasanya ada penyebab medis di balik perilaku tersebut.
Cara Mengatasi Kucing yang Sering Garuk Telinga
Penanganan tergantung pada penyebabnya.
Untuk kondisi ringan:
- Jaga kebersihan telinga
- Gunakan cairan pembersih khusus hewan
- Hindari membersihkan terlalu keras
- Pastikan lingkungan tetap bersih
- Pisahkan sementara dari hewan lain jika dicurigai tungau
Jika penyebabnya infeksi atau parasit, dokter hewan biasanya akan memberikan:
- Obat anti tungau
- Obat tetes telinga
- Antijamur
- Antibiotik
- Pembersihan telinga profesional
Pada beberapa kasus, pemeriksaan menggunakan alat khusus diperlukan untuk melihat kondisi bagian dalam telinga yang tidak terlihat dari luar.
Kapan Harus ke Dokter Hewan?
Segera periksa ke dokter hewan jika:
- Garuk telinga berlangsung lebih dari beberapa hari
- Ada cairan atau bau dari telinga
- Kucing tampak kesakitan
- Head shaking semakin sering
- Kucing kehilangan keseimbangan
- Muncul luka akibat garukan
- Kondisi tidak membaik meski sudah dibersihkan
Semakin cepat penyebab diketahui, biasanya proses pemulihan juga lebih cepat dan risiko komplikasi lebih kecil.
Jika kucing juga mengalami bersin, mata berair, atau gejala saluran pernapasan lain, Anda juga bisa membaca:
Kucing Pilek: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi dengan Tepat
Apakah Masalah Telinga Bisa Berkaitan dengan Penyakit Lain?
Bisa. Dalam beberapa kondisi, gangguan telinga muncul bersamaan dengan:
- alergi,
- infeksi kulit,
- penurunan sistem imun,
- atau infeksi saluran pernapasan.
Karena itu, pemeriksaan biasanya tidak hanya fokus pada telinga, tetapi kondisi tubuh kucing secara keseluruhan.
Kucing yang stres atau kondisi tubuhnya menurun juga cenderung lebih rentan mengalami infeksi berulang.
Kesimpulan
Kucing yang sering garuk telinga memang tidak selalu berbahaya, tetapi juga bukan kondisi yang sebaiknya terus diabaikan. Mulai dari tungau telinga, infeksi, alergi, hingga masalah kulit bisa menjadi penyebab utama perilaku ini.
Memperhatikan perubahan kecil seperti head shaking, bau telinga, atau kotoran telinga berlebihan dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.
Jika kucing mulai terlihat tidak nyaman atau gejalanya tidak membaik dalam beberapa hari, pemeriksaan ke dokter hewan adalah langkah paling aman. Klinik Hewan Mitra Sora siap membantu memeriksa kondisi telinga anabul dan memberikan penanganan yang sesuai dengan penyebabnya.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah kucing sering garuk telinga pasti karena tungau?
Tidak selalu. Selain tungau telinga, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi, alergi, penumpukan kotoran telinga, atau iritasi kulit.
2. Apakah telinga kucing boleh dibersihkan sendiri di rumah?
Boleh, tetapi gunakan cairan khusus hewan dan hindari membersihkan terlalu dalam agar tidak melukai saluran telinga.
3. Apakah tungau telinga pada kucing bisa menular?
Ya. Tungau telinga cukup mudah menular ke hewan lain melalui kontak langsung atau lingkungan bersama.
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sora
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



